Kamis, 29 September 2011

Bebas Merdeka

Banyak yang bertanya
aku ini mau jadi apa?
nggak kuliah juga nggak kerja
tapi kujawab inilah aku apa adanya

tapi jangan kira
aku gak berbuat apa-apa
aku berkarya dengan yang ku bisa
dan yang penting aku bahagia

yang penting aku gak nipu
gak bikin susah kalian
yang penting gak terlibat
3, 7, 8 ....

(*)
kujalani apa adanya
aku bahagia
bebas lepas tanpa beban
aku merdeka

huoo.. yo.. yo.. yo..
na..na..na..na...

yang penting aku gak nipu
gak bikin susah kalian
yang penting gak terlibat
3, 7, 8 ....

back to (*)

yooo ... bebas merdeka..

Agar Pelajaran yang Sulit Menjadi Mudah

Oleh M.L. NIHWAN SUMURANJE

Dari sekian banyak mata pelajaran di sekolah, tentu ada pelajaran yang menyenangkan bagi para siswa atau ada yang biasa-biasa saja. Namun, ada juga yang “menakutkan” sehingga siswa kita tidak nyaman dibuatnya.
TUHAN menciptakan manusia dengan titik keunggulan sekaligus kekurangannya. Biasanya, seorang murid menjadi pandai pada pelajaran tertentu (selain faktor genetika) karena memberikan perhatian yang lebih. Kemudian semangat mempelajarinya. Jika terjadi sebaliknya akan berujung pada nilai yang buruk.
Muncul pertanyaan, bagaimana caranya supaya siswa menyenangi pelajaran yang semula tidak disenangi, disebabkan sulit paham? Ada empat cara sederhana (tetapi ampuh) yang bisa kita tempuh agar pelajaran yang sulit menjadi mudah.
1. Memancing siswa untuk bertanya
Sudah bukan rahasia, tidak suka suatu pelajaran karena dianggap sulit, tidak mengerti, kurang paham. Sehingga semakin lama, siswa tambah bingung.
Arahkan siswa untuk bertanya kepada siapa saja yang memahami. Yangpertama kepada ibu dan bapak guru yang mengajar pelajaran terkait. Guru harus menekankan akan senang membantu siswa yang mengalami kesulitan. Lebih baik ditertawain teman-teman saat bertanya daripada pura-pura paham, padahal jaga gengsi.
Bertanyalah pula kepada keluarga di rumah atau kepada teman-teman sekelas yang sangat paham, bahkan sangat menikmati pelajaran yang dianggap sulit itu.
Dengan bertanya, kesulitan akan terurai sedikit demi sedikit. Memompa kepercayaan kepada siswa, sebenarnya kesulitan bisa berubah jadi kemudahan.
2. Mengingatkan agar membaca berulang-ulang
Untuk pelajaran yang dikuasai tak masalah dibaca sekali, guna menghindari lupa. Penting baca kembali walau sudah paham. Sementara pelajari yang belum dipahami, pastikan bacanyaberkali-kali. Luangkan waktu sedikitnya 20 menit per mata pelajaran. Bila belum biasa, mulailah 10 menit. Mengerti tidak mengerti tetap baca. Hams tercipta pembiasaan. Dilatih terus.
Bila kebiasaan ini telah menjadi perilaku sehari-hari, siswa akan menjadi orang hebat. Alasannya, setiap hari ilmu bertambah. Gerbang kesuksesan kuncinya ilmu. Itu semua ditempuh lewat jalur membaca.
3. Tanamkan bahwa semua mata pelajaran itu penting
Semua pelajaran itu penting. Janganlah kita mengatakan bahwa pelajaran A sangat penting. Pelajaran B kurang penting. Pelajaran C tidak penting dan seterusnya. Kalau kita menganggap suatu pelajaran penting, kita akan mempelajari dengan sekuat hati, tetapi bila merasa suatu pelajaran kurang atau penting, kita pun malas dan mere-mehkannya.
4. Mencari cara supaya murid menyenangi guru
Adakah di antara siswa kita yang tidak menyukai gurunya? Sulit rasanya pelajaran bisa dipahami tanpa adanya rasa senang kepada guru. Menyenangi guru adalah bagian dari kemudahan menerima pelajaran. Senang dalam banyak pengertian. Misalnya hormat, takzim. menuakan, menganggap orang penting, menghargai, dan seterusnya.
Untuk mengomunikasikan poin agar murid menyenangi guru, dapat disiasati dengan beberapa hal. Misalnya, guru makin kreatif dalam memberikan transfer ilmu. Supaya lebih mudah dipahami. Mungkin dengan pengayaan model-model contoh tertentu yang lebih familier dan menarik minat peserta didik. Jangan pelit untuk memuji sisi positif sang murid. Yang paling penting, keteladanan dari guru. **
Penulis, guru Pendidikan Akhlak (PA) SMP 13 Kota Bandung.

"KUAT KITA BERSINAR"

Ku tatap dunia
Terasa perih luka di dada
Pertempuran manusia
Yang buta indahnya perbedaan
Oh indahnya..
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Ku bisa engkaupun bisa
Melupakan kebencian yang ada
Bersama kita terluka
Bersama kita bisa tertawa
Dan tertawa..
Ayo bangun dunia di dalam perbedaan
Jika satu tetap kuat kita bersinar
Harus percaya tak ada yang sempurna
Dan dunia kembali tertawa
Bayangkan dan senyumlah
Mahkota emas tiada artinya
Ketika raja dan ratu
Memimpin dunia semua bersatu
Dan bersatu..
Ayo bangun dunia di dalam perbedaan
Jika satu tetap kuat kita bersinar
Harus percaya tak ada yang sempurna
Dan dunia kembali tertawa
Jabat erat tanganku kawan
Kau tak akan pernah sendiri
Hancurkan dendam dengan cinta di dada
Untuk semua, manusia

"DI BALIK HARI ESOK"

Matahari jangan kau berpaling
Biarkanlah terang kembali mengisi hariku
Jangan kau berhenti
Dan putar kembali
Tak akan bisa kau ambil jantung ini
Berhenti berdetak sampai kau disini kembali
Putar waktu kembali

REFF:
Kunyalakan tv dan tenggelam ku dilayar kaca
Membawaku kembali pada waktu itu
Ciuman pertama yang kau rasa
Semua berlalu tanpa terasa
Tak akan semua kembali seperti
Sedia kala disaat semua biasa saja
Membawamu kembali disampingku
Membawaku pergi bersama mu

Dan pastikan
Kau akan kembali
Tak akan bisa kau ambil jantung ini
Berhendi berdetak sampai kau disini kembali
Putar waktu kembali

Aku disini inginkan canda dan tawa
Teriak lepaskan beban terdalam
Belum waktuku ini waktumu bersinar

"DARI MATA SANG GARUDA" Pee Wee Gaskins

coba berdiri dipuncak gunung tertinggi
tak sadarkah semua tlah kita miliki

dari mata sang garuda
memandang luas dari langit yang tinggi
bersatulah untuk

indonesia
kobarkan semangatmu
kan kubela sampai habis nafasku
jangan pernah menyerah
sudah terlalu lama kita terlelap
bangkit dan raih semua mimpi

jangan lupakan darah dan keringat
pemuda pemudi sebelum kita
tak kan tergantikan segala harta
jangan biarkan mereka mencuri
segala semua dari leluhur kita
buka mata, hati, dan telinga
sebelum semuanya sirna

dari mata sang garuda
memandang luas dari langit yang tinggi
bersatulah untuk

indonesia
kobarkan semangatmu
kan kubela sampai habis nafasku
jangan pernah menyerah
sudah terlalu lama kita terlelap
bangkit dan raih semua mimpi

indonesia dengarlah suaraku
kan kubawa sampai akhir langkahku
jangan pernah menyerah
sudah terlalu lama kita terlelap
merah putih kan slalu dihati

"Sgala Tak Sama"

Ku bimbang tanpa arah
Sebab ucapan Dia
Sgala tak sama
Ku inginkan Mu
Meski Dia tak sama
Ku tak berdusta
Rasa ini tak pernah ku rekayasa
Timbul begitu saja
Mengalir begitu indahnya

Bodohnya Ku......
Buta akan jalan itu
Terkesan aneh.........
Tapi memeang begitu adanya..

GerutuKu dalam hati...
Apakah ini ......
Rasa tak semestinya.....
Tak mau hilang .....
Meski Ku paksa.....

Jumat, 23 September 2011

KIsah 3 Orang "RIYA"

Rasulullah Saw bersabda, "Orang pertama yang diadili pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang mati syahid. la dipanggil di hadapan Tuhan dan diperlihatkan kepada¬nva amal perbuatannya dan ia pun mengenalinya.
Tuhan bertanva, "Apa yang telah kamu perbuat untuk mendapatkannya (mati syahid)?"
Lelaki itu menjawab, "Aku berperang demi (mendapat) ridla-Mu hingga aku gugur di medan laga.
Tuhan berkata, "Kamu berdusta! Kamu berperang supaya dibilang orang pemberani dan sungguh kamu  telah mendapatkan keinginan itu." Kemudian Tuhan memerintahkan agar orang itu diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka."
 
“Orang kedua adalah seorang lelaki yang tekun menuntut ilmu, mengajarkan ilmunya dan membaca Al Qur’an. Ia dipanggil di hadapan Tuhan dan diperlihatkan kepadanya amal perbuatannya dan ia pun mengenalinya.
Tuhan bertanya:”Apa yang telah kamu perbuat dengannya (menuntut ilmu)?
Lelaki itu menjawab, Hamba menuntut ilmu, mengajarkannya kepada orang lain dan membaca Al Qur’an demi Engkau, Tuhan.
Tuhan berkata, ‘Kamu telah berdusta! Kamu menuntut ilmu supaya dibilang orang pintar dan kamu membaca Al Qur’an supaya dibilang qari’ yang bagus dan sungguh kamu telah mendapatkan semua itu. Kemudian Tuhan memerintahkan agar orang itu diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka.”
"Orang ketiga yaitu seorang lelaki yang dilapangkan dan dikaruniai Allah segala macam harta benda dipanggil di hadapan Tuhan, diperlihatkan kepadanya amal perbuatannya dan ia pun mengenalinya.
Tuhan bertanya: "Apa yang telah kamu perbuat terhadap (harta bendamu)?"
Lelaki itu menjawab, "Aku tak pernah melewatkan kesem¬patan menafkahkan harta bendaku di jalan-Mu dan itu demi Engkau Tuhanku".
Tuhan berkata, "Kamu telah berdusta! Kamu tidak melakukan semua itu kecuali dengan pamrih supaya dibilang sebagai orang yang dermawan dan sungguh kamu telah mendapatkan semua itu. Kemudian Tuhan memerintahkan agar orang itu diseret dan dilempar¬kan ke dalam api neraka." (Hadits riwayat Muslim) .

Tips menghadapi teman yang egois By : Andy Febrian

Kamu pasti nggak suka kan kalau punya teman, atau sahabat yang memiliki sifat yang selalu ingin menang sendiri? Atau istilah sayanya ETT, alias egois tingkat tinggi. Kamu selalu diminta untuk bisa memenuhi keinginannya, sehingga secara perlahan akan timbul sebuah perasaan terintimidasi (halah, bahasanya bener nggak sih?!). Kemudian setelah kamu akan merasakan hal tersebut, akhirnya persahabatan kamu berujung dengan kehancuran. Kenapa? Karena kamu sudah tidak lagi merasa nyaman ketika dekat/bersamanya, sehingga (biasanya) kita akan cenderung menjaga jarak dengannya karena dia selalu ingin menang sendiri.
Tapi sebelumnya perlu disadari juga bahwa setiap orang memiliki sifat egois, saya sendiri pun mengakui bahwa saya adalah orang yang egois. Namun sifat egois itu kadarnya dari masing-masing individu berbeda-beda. Dan kalau sudah kelewatan, itu justru menjadi hal yang tidak diinginkan bagi teman, sahabat, atau siapapun yang menjalin hubungan dengan kita.
Bagi kamu yang punya teman tapi memiliki sifat egois yang menurut kamu sudah tidak wajar lagi, saya yakin jika kamu tidak berjiwa besar dan menerima apa adanya dari sifat egois yang dimilikinya, pasti kamu akan merasa tidak nyaman ketika bersamanya. Atau, bisa jadi kamu langsung menjaga jarak dengannya. Berbeda halnya jika kamu merasa bahwa dia adalah sahabat kamu, pastinya kamu akan berusaha untuk memberikan perubahan kepada teman kamu itu agar bisa mengurangi keegoisannya dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. So, kalau kamu memang ingin melakukan hal tersebut, kamu bisa mencoba cara saya tentang bagaimana menghadapi teman yang memiliki sifat egois. So, check this :


Sabar
>> Pastinya disini kamu memang harus lebih sabar menghadapinya. Rasanya saya tidak perlu menjelaskan tentang ini, karena saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak sabar.
Menjadi cermin baginya
>> Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya, sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu juga. Misalnya, “Andi, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu. Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya..”. Intinya dalam permintaan kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi permintaan kamu (gantian, kita yang egois. Hihi..)
Berikan kritik dan saran
>> Seperti orang bijak mengatakan, “Teman sejati adalah seseorang yang tidak selalu sejalan dengan kamu”. Ketika kamu merasa tindakannya adalah salah, maka kamu sebagai sahabat harus segera mengingatkannya. Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan waktu yang tepat, berikan dia kritik dan saran bahwa ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dan juga tidak baik untuknya. Memang terkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit!
Berikan skak mat!
>> Kamu pasti tahu Skak mat? Itu adalah istilah yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada di ambang kematian. Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia skak mat! (ini menurut saya lho..). Misalnya, “Andi, kamu adalah sahabat saya. Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya bukan lagi sabahat bagimu!”. Memang disini kesannya kita yang terlihat egois, tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya.

Kamis, 22 September 2011

Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi badan

1. Cukup Gizi. Pastikan kita kecukupan protein, lemak, vitamin (seperti vitamin A dan D) dan mineral (seperti zat besi, kalsium, seng dan yodium) karena sangat mempengaruhi peninggian badan.
2. Faktor Keturunan juga menentukan tinggi badan seseorang. Orang tua yang memiliki tinggi badan ideal membuka potensi memilik anak dengan tinggi pula.
3. Hormon pertumbuhan berfungsi merangsang pertumbuhan tulang. Hormon tiroid dibutuhkan untuk dalam melancarkan proses metabolismetubuh. Hormon seks, yang terdiri dari hormon estrogen, progesteron dan androgen, bertugas dalam proses pematangan seksual.
4. Dukungan lingkungan. Kurangnya imunisasi, kasih sayang yang cukup dan kebutuhan ekonomi dapat mempengaruhi nafsu makan, kebutuhan kesehatan. Sehingga proses peninggian badan pun terhambat.

5 Kisah Orang-orang GOBLOK (Bodoh) yang mampu menguasai Dunia

Siapa orang GOBLOK Yang Akhirnya Sukses Luar Biasa? Kisah orang-orang bodoh, cacat dan yang berkali-kali gagal dan akhirnya sukses


Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.

Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.

Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

2. Albert Enstein 

Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.



3. Aristotle Onassis

Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:
Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.
4. Thomas Alva Edison

Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut,
Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”
Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.
5. Chris Gardner  

Sudah pernah nonton film atau baca buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan tinggi tapi dia terus berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

Bagaimana Kiat orang GOBLOK (bodoh) SUKSES menguasai DUNIA?

Sangat banyak di negeri ini orang yang sesungguhnya pantas disebut
sebagai orang goblok, tetapi tidak pernah mau untuk mengakui
kegoblokannya. Apalagi sampai dengan menyadari bahwa dirinya benar-
benar goblok. Mengapa demikian? Memang sangat memerahkan telinga --
dan pasti ingin melakukan tindakan-tindakan yang benar-benar
''goblok''-- apabila ada yang menyematkan identitas pada diri dengan
panggilan ''orang goblok''.

Meskipun demikian, di balik sangat banyaknya orang goblok yang emoh
disebut sebagai orang goblok, masih ada sebagian kecil orang yang
sudi untuk mengakui dan menyadari bahwa dirinya memang goblok. Bahkan
mereka tampak enjoy untuk menyebut dan disebut sebagai orang goblok.
Mengapa pula demikian? Karena dengan memproklamasikan diri sebagai
''orang goblok'', mereka mampu melapangkan jalan kesempatan yang luas
dan panjang untuk selalu belajar dan belajar.

Salah satu manusia langka yang tidak malu untuk mendeklarasikan diri
sebagai ''orang goblok'' adalah Iman Supriyono (dan gurunya, Abdul
Rachim). Dengan kesadarannya yang sangat dalam sebagai orang goblok,
akhirnya buku Guru Goblok Ketemu Murid Goblok ini pun lahir. Hebatnya
lagi, buku Iman Supriyono yang (merasa) goblok ini merupakan karya
buku ke-7. Hebat kan, orang goblok bisa menulis buku, sampai tujuh
lagi. Padahal yang selama ini mengaku ''pinter'' saja banyak yang
tidak mampu menggoreskan satu pun kalimat bermakna, dan selalu marah
kalau dipanggil ''goblok''.

Tapi Iman Supriyono dan gurunya bukanlah orang ''goblok'' yang
sembarang goblok. Mereka adalah jenis manusia ''goblok'' khusus.
Menurutnya, kegoblokan manusia itu dapat dipilah menjadi tiga
tingkatan. Yakni, orang goblok yang masih menyadari bahwa dirinya
goblok. Goblok tingkat pertama ini bahkan menurut Iman Supriyono
merupakan goblok yang disarankan. Seseorang boleh saja (dan bahkan
harus) merasa goblok. Syaratnya, masih menyadari bahwa dirinya goblok
dan kemudian mau belajar terus. Bahkan setiap saat kita harus merasa
goblok. Maksudnya? Setiap saat merasa ada sesuatu yang kita ingin
bisa tetapi belum bisa. Tindak lanjutnya dengan belajar hingga bisa.
Begitu bisa, segera temukan apa lagi yang belum bisa. Temukan satu
kegoblokan lagi. Demikian seterusnya. Selalu goblok (hlm. 83). Inilah
yang disebut sebagai ''goblok dinamis" atau goblok yang beruntung.

Sedangkan tingkatan kedua, orang goblok yang tidak menyadari bahwa
dirinya goblok. Orang goblok jenis ini tidak akan pernah berkembang
(stagnan). Inilah yang juga bisa disebut dengan ''goblok statis'',
karena membiarkan diri untuk tetap goblok dalam satu hal selamanya.

Dan, tingkatan ketiga, orang goblok yang tidak merasa dirinya goblok
dan bahkan suka menggoblok-goblokka n orang lain. Inilah jenis manusia
yang terjangkiti penyakit goblok total, goblok sempurna, goblok
absolut. Orang goblok absolut ini bila dinasehati tentang
kegoblokannya, serta merta ia menolak. Bahkan merasa dirinya lebih
pintar dari orang yang menasehatinya. Inilah jenis manusia yang
merasa pintar padahal goblok. Karena itu, Iman Supriyono mewanti-
wanti agar kita tidak termasuk golongan orang yang goblok jenis ini.
Bahaya !!! (hlm. 84).

Tetapi, untuk menjadi ''goblok dinamis'' pun membutuhkan kecerdasan
yang berlipat. Untuk belajar menumbuhkan kesadaran sebagai orang
goblok, dibutuhkan seorang guru yang bisa mendidik untuk bisa merasa
goblok. Nah, guru jenis ini pun ternyata juga sangat langka. Sebab
yang banyak ialah guru yang menuntut muridnya pintar dan cenderung
menyisihkan murid yang bergaya goblok. Sang guru kerapkali juga tidak
mau dikalahkan oleh muridnya, sehingga dia sendiri pun kemudian
menjadi sok pintar dan keminter.

Karena itulah, Iman Supriyono pantas merasa bersyukur karena bisa
bertemu dan mendapatkan guru yang sudi mendidiknya untuk bisa merasa
goblok. Lebih dari itu, Pak Rohim --yang diklaimnya sebagai guru
(dalam buku ini)-- rela untuk menggoblokkan dirinya yang tidak pernah
bosan untuk mendidik dan bahkan memberi kepercayaan terhadap murid-
muridnya yang goblok.

Dengan tempaan guru gobloknya, akhirnya Iman Supriyono yang saat ini
merupakan konsultan senior di SNF Consulting tidak pernah berhenti
untuk terus merasa goblok. Salah satu bukti kesadaran akan kegoblokan
dirinya ialah tentang mimpinya untuk bisa membuat kantor konsultan
yang bisa dipercaya perusahaan-perusaha an kelas dunia. Akan tetapi
hingga saat ini belum tercapai. Belum bisa. Goblok. Dan, karena itu,
ia tidak akan pernah berhenti untuk mengentaskan diri dari ambisi
goblok tersebut hingga mimpinya jadi kenyataan.

Memperhatikan semangat Iman Supriyono yang meledak-ledak untuk
membakar jiwa entrepreneur dan investor ini, maka kehadiran buku
perlu menjadi pegangan wajib bagi mereka yang ingin melepaskan diri
dari kegoblokan statis dan bahkan kegoblokan absolut. Bahkan tidak
hanya bagi mereka yang sedang ingin mengembangkan usaha bisnis jasa
saja, tetapi juga para pendidik (guru dan dosen) yang selalu merasa
sok lebih pandai dari murid atau mahasiswanya. Teladan Pak Rohim --
yang selalu merasa sebagai guru goblok-- perlu diwarisi para pemegang
kunci gerbang dunia akademis.

Ada banyak kelebihan dari buku ini. Bahasa yang digunakan sangat
mengalir dan enak untuk dibaca --saya seperti sedang membaca sebuah
novel. Selain itu, sentilan-sentilan pedas tidak justru membuat kita
marah dan menutup buku. Tapi sebaliknya, justru kian bernafsu untuk
menuntaskannya. Tidak ada kata lain untuk memuaskan rasa penasaran di
balik judul buku yang terkesan ''melecehkan' ' itu, kecuali membaca
isinya. Karena hanya orang-orang goblok absolut saja yang pasti
enggan untuk menikmati buku ini. (*)

Rabu, 14 September 2011

"Sukses Adalah Hak Saya"

"Sukses adalah hak saya ! Sukses bukan milik orang-orang tertentu . Sukses milik Anda,milik saya dan milik siapa saja yang menyadari,menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati..."- Andrie Wongso.

Karena kesuksesan adalah hak setiap orang,sepanjang orang yang bersangkutan menyadari,menginginkan dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati.Maka setriap orang pada dasarnya bisa merancang kesuksesannya sendiri,asalkan ia menguasai prinsip,cara,bidang dan pelajaran utama untuk menciptakan sendiri kesuksesan di masa depan.

Apakah saya bisa sukses?
Brian Tracy,penulis yang masuk dalam Guiness Book of Record mengatakan ,"Kehidupan seperti balok kombinasi ; tugasmu menekan angka-angka yang tepat,dalam susunan yang tepat,sehingga kau bisa memperoleh apapun yang kau inginkan."

Renungn Al-Qur'an surah Ar-Ra'du ayat 11," Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka berusaha untuk merubah keadaan mereka sendiri ."
seperti sudah ditulis diatas bahwa setiap orang pada dasarnya bisa merancang kesuksesannya sendiri ,asalkan ia menguasai prinsip,cara,bidang dan pelajaran utama untuk menciptakan sendiri kesuksesan di masa depan..Terkait prinsip,ada tiga prinsip utama untuk menciptakan kesuksesan bagi diri anda sendiri.

Prinsip Utama 1 : Bertanggung Jawab 100% atas Kehidupan Anda
"Kau harus bertanggung jawab atas kehidupanmu.Kau bisa mengubah keadaan ,musim atau arah angin.Tapi , kau bisa mengubah diri sendiri."Jim Rohn,filsuf nomor satu Amerika

Siapakan yang paling bertanggung jawab atas kehidupan ,nasib dan apa yang telah Anda capai dan miliki hari ini ? hanya da satu orang yang bertanggung jawab atas hasil kehidupan yang Anda jalani.Orang itu adalah Anda sendiri.Jika ingin berhasil,Anda harus bertanggung jawab 100% atas semua yang anda alami dalam kehidupan Anda.Hal itu temasuk hal Anda peroleh,tingkat prestasi Anda, hal-hal yang Anda hasilkan, mutu hubungan Anda, Kondisi kesehatan fisik Anda, penghasilan Anda, utang Anda, perasaan Anda – semuanya !


Kenyataannya, kebanyakan diri kita sudah terbiasa menyalahkan sesuatu diluar diri kita sendiri atas kehidupan kita yang tidak kita sukai. Kita menyalahkan orang tua kita, atasan kita, teman kita, media, rekan kerja, pelanggan kita, pasangan kita, cuaca, krisis ekonomi, buruknya keuangan kita – siapapun dan apapun yang bisa kita jadikan KAMBING HITAM. Kita tak pernah melihat ke sumber masalahnya – DIRI KITA SENDIRI….

Siapakah yang paling bertanggung jawab atas kehidupan saya hari ini?
Hasil yang saya peroleh hari ini?
Apakah saya bertanggung jawab 100 % atas kehidupan saya?
Apakah saya pernah menyalahkan orang lain atas kejadian apapun dalam hidup saya?
Apakah saya pernah mengeluh tentang sesuatu?

Jika ya, berarti Anda tidak bertanggung jawab 100 % atas kehidupan Anda. Bertanggung jawab 100 % berarti Anda mengakui bahwa Anda menciptakan semua yang terjadi pada diri Abda. Hal itu berarti Anda mengerti bahwa Anda-lah penyebab semua pengalaman Anda. Jika Anda benar-benar ingin sukses, dan saya tahu Anda sangat ingin, maka Anda harus berhenti menyalahkan orang lain dan mengeluh, serta mengambil tanggung jawab penuh atas kehidupan Anda – itu berarti semua hasil perbutan, baik kesuksesan maupun kegagalan. Itulah syarat menciptakan kehidupan sukses. Hanya dengan mengakuinyalah – bahwa Anda yang menciptakannya semuanya sampai sekarang – Anda bisa mengambil alih kendali untuk menciptakan masa depan yang Anda inginkan.

“Anda tidak bisa menyewa orang lain untuk berolah raga untuk Anda. Anda harus melakukannya sendiri jika ingin memperoleh manfaatnya. Entah itu berlatih fisik, peregangan, bermeditasi, membaca, belajar bahasa baru, menciptakan kelompok perencana, menentukan target yang terukur, memvisualisasikan kesuksesan, mengulangi penegasan, atau berlatih ketrampilan baru, Anda-lah yang harus melakukannya. Tak ada orang lain yang bisa melakukannya untuk Anda,” Jim Rohn, filsuf bisnis nomor satu Amerika.

Berhentilah mencari alasan, berhenti mengeluh, berhenti menyalahkan keadaan di luar diri Anda. Anda harus berhenti melakukan semua itu selamanya.

Jika sesuatu tidak berhasil sesuai dengan rencana, Anda harus bertanya kepada diri sendiri, ”Bagaimana cara saya melakukannya? Apa yang saya pikirkan? Apa keyakinan saya? Apa yang tidak saya katakan?Apa yang tidak aku
 

uNiQuIGIrl-mom0. Design By: SkinCorner